Seorang anak kecil duduk sendirian di sebuah kamar, menuturkan kisah‑kisah horor satu per satu, malam demi malam, hingga bayang‑bayang di sekelilingnya seakan menumbuhkan rasa takut yang menyesakkan. Siap memulai?
Suatu hari, Yuuma, murid kelas dasar, hampir melompat keluar jendela kelasnya. Hina, teman sekelasnya, menghentikannya dan, sambil menunda waktu, menanyakan, “Kau tahu tidak ada ritual seratus cerita hantu?” Hina pun menjelaskan bahwa ada sebuah ritual di mana bila kau berhasil menceritakan seratus cerita hantu, maka setelahnya kau akan melihat hantu‑hantu itu muncul di depan mata. Tak disangka, mendengar hal itu justru memberi Yuuma semangat baru, seolah-olah hidupnya menemukan arti baru.
Bab demi bab, ia pun mulai membagikan cerita hantu kepada pembaca, perlahan namun pasti menapaki jejak menuju angka seratus, sambil menunggu apa yang akan terjadi ketika hitungan itu selesai.




